Arya memiliki kebiasaan tambahan dari uraian-uraian sebelumnya seiring bertambahnya usia, setiap kali memanggil kami orang tuanya selalu kedua sapaan disebut dengan nada panjang lagi menggemaskan. Katanya “Pappaa…Mammaa ayaaaa……., Mammaa…… Pappaa….. ayangg” lucu deh, kalo kami beritahu memanggil sebaiknya salah satu saja, dia spontan akan menjawab “emoh… nggak auuu”. Tiap 2 hari sekali ia minta bicara dengan papanya yang di yogya, karena kebetulan arya masih di semarang sampai sekarang. Padahal setiap telpon dia hanya menunjukkan ekspresi tubuh tanpa suara (lha mana kita tahu ya), sebisa mungkin deh aku berbicara dengannya dari masalah mandi, sikat gigi, wayang, berhitung, menggambar sampai sholat. Jika kita kehabisan topik atau arya merasa bosan ia akan bilang “Papaa uddahh… mammaa niiii”, akhirnya mama yang memberi penjelasan bagaimana ekspresi gerak tubuh arya tadi. Karena sebelum aku mengerti bahasa sikecil ini, arya sempat marah banting handpone beberapa kali (mungkin karena masih sulit mengungkapkan dengan kata-kata yah). (more…)
Tags: arya, Travelling







