Informasi Hosting Indonesia dan Singapura dengan Support Terbaik | Next Tip »
Host your web site
Jul 31
Esok paginya kami berangkat bareng menggunakan Mobil Jemputan yang seharinya sekitar 250$, menuju Blok W5 di Republic Polytechnic kawasan Woodland. Jauh juga lokasinya, namun dari situ saya bisa tahu bagaimana lalu lintas disingapura, so amazing. Jalan Tol di jakarta kalah deh pokoknya, meski tanpa restribusi tol, jalan mereka full hotmix apalagi kalo ada yang pernah ke Esplanade sangat lancar. Jika ada macetpun tidak ada yang berani melakukan serobot menyerobot.

Menurut cerita dari sang sopir, ini bisa terjadi karena pajak warga dimanfaatkan untuk pembangunan secara menyeluruh. Rapinya jalan karena setiap beberpa kilometer ada kamera pengintai terekam oleh Polisi standby ditiap posnya. Lain dari itu wajib militer membuat mereka menjadi tertib dengan sendirinya. Oya dikampus republic polytechnic ada himbauan (bukan larangan) menggunakan rok/celana wanita yang baik. Bagaimana tidak, sudah jadi kebiasaan warga sana bahwa pakaian baik atas maupun bawah yang dikenakan sangat mini. Ungkapan Rasulullah yang sering kami dengungkan yaitu “Akan datang masa dimana wanita berpakaian tapi telanjang” sudah sangat biasa terjadi di Negara singa ini dan kebanyakan wanita sudah demikian. Ah kapan-kapan saya mau ungkap masalah ini, karena saya sangat menghormati wanita yang mejaga auratnya dan saya sangat membenci wanita murahan yang mengumbar tubuhnya demi sensasi atau uang.

Malam harinya kami menghabiskan waktu untuk sekedar wisata atau belanja, ya 5 hari kami puaskan malamnya dengan jalan-jalan, karena paginya tugas. Malam pertama tempat yang kami kunjungi adalah wilayah Orchad, somerset, kerajaan dan newton. Sepanjang jalan kami lalui bersih sekali, yang ada ditempat remang-remang warga lokal yang masyuk dalam maksiat mereka tanpa peduli orang lewat.

Hari ketiga saya kurang sehat, sariawan 10 titik, disaat teman-teman dari negara lain bergembira makan-makan di MarinaBay yang ada saya menahan sakit. Kami ke Raffles City, War Memorial, Esplanade Theater, Food Republic dan Merlion Park. Kenapa tidak ke Singapore Flyer atau G-Max, walah kaki sudah capek lagipula sariawan ini begitu mengganggu.

Hari keempat kami belanja ke Mustafa yang sangat lengkap sebagai gudang belanja, meski boleh dikata harga disana lebih mahal dari pada di Bugis atau Kampong Glam. Dari situ kami keliling ke daerah Little India yang banyak menjajakan wanita India sebagai penghibur karaoke. Sebagaimana daerah-daerah lain, perkumpulan India identik dengan kekumuhan, lihat saja sudah semrawut dan kotor. Segala macam pernak-pernik berbau Singapura bisa anda beli disini dan kalo boleh saya bilang sebagian besar produk tersebut berasal dari Indonesia lho. Mau bukti? Cek aja sendiri, ada cap kecil pekalongan, yogya dan sebagainya. Tapi namanya oleh-oleh ya nggak masalah :. Selain itu, diwilayah ini terdapat banyak sekali sinetron Indonesia dalam bentuk DVD atau film Indonesia yang juga dibajak. Hehehehe bagaimana rasanya dibajak bung?

Semua sudut jalan sudah kami lalui dan kelelahan tiada kira mengajak kami untuk kembali ke Hotel. Dari Lavender kami pulang menuju Somerset, entah karena kelelahan atau lupa, saya meninggalkan pernak-pernik yang dibeli oleh teman dan saya sendiri didalam MRT. Meski nilainya tidak begitu banyak, namun kelelahan saja yang membuat saya sebal akan kejadian ini. Istilahnya sudah jauh-jauh kok ya ketinggalan.

Esok paginya saya berangkat tugas dengan kondisi lunglai, panas dingin dan perih dimulut. Rasa tidak nyaman ketika berbincang-bincang dengan rekan-rekan dari Malaysia, Thailand, Philiphina, Singapore dan Vietnam. Meski ketika saya tampil cukup meyakinkan team dari jerman dan India, namun kondisi ini membuat saya serasa loyo.

written by pututik \\ tags:

Jul 30
pututik dan merlion singaporeTurun dari ferry yaitu di Hubberfrant lagi-lagi saya harus berurusan dengan pihak imigrasi, antrian panjang yang tadinya sudah membuat saya lelah, bertambah menyebalkan karena saya harus berurusan kurang lebih 2,5 jam. Setelah melakukan crossing fingerprint ditemukan bahwa ibu jari saya terdaftar atas nama warga India,

Akhirnya saya harus melalui pintu interogasi yang mengakibatkan saya beradu mulut dengan petugasnya (lupa saya tidak catat, wajah oriental yang aneh pokoknya). Hingga diruang imigrasi saya berdialog, ditanya keperluan dan keaslian paspor saya.

Cara membuat paspor di Indonesia apakah beda dengan di Singapura, itu saya tanyakan. Hingga apakah tidak ada database terkoneksi antara Indonesia dengan Singapura, sampai saya bilang alangkah terlalunya petugas yang tadi mengira saya anggota sindikat terlarang dengan tampang yang tidak sopan lagi. Sampai akhirnya saya habis berkata-kata karena bahasa inggris pas-pasan ditambah dialek inggris mereka tidak begitu mengena ditelinga. Saya berniat menunjukkan surat tugas dari pihak penyelenggara dan tujuan hotelnya, namun mereka mengurungkan, malah menggeledah tas saya. Akhirnya saya lolos juga, namun belum sampai disitu, pintu keluarpun saya masih digeledah, oooooo ya Alloh what are you doing guys, I am not terrorist. Apakah jenggot identik dengan teroris? Lalu bagaimana dengan para wanita yang berpakaian erotis atau warga mereka yang bermesraan di tempat umum, apakah itu bukan biang terror syahwat. Hehehe nggak nyambung ya.

mrt stasiun machineKesabaran saya masih ada kok, sehabis dari pintu keluar tersebut saya agak bingung dengan pintu keluarnya. Saya menanyakan kepada petugas di sekitar mall, arah ke MRT, seorang polisi wanita berwajah India langsung betanya “you Indon?” saya jawab “I am not indon but I am from Indonesia”. Dia pun menunjukkan jalannya, sampai di stasiun MRT saya dibingungkan dengan bagaimana cara masuknya (heheheh maklum wong ndeso) dan bagaimana cara mengambil tiket.

Oya sebelum panjang lebar, bagi yang belum tahu apa itu MRT, MRT adalah alat transportasi masal di Singapura berbentuk kereta api listrik dengan system tiket elektronik. Tidak diperbolehkan salah atau melebihistasiun tujuan, atau pintu keluar dari stasiun tidak bisa dibuka dengan tiket kita (sepert ATM dan harus dikembalikan).

Saya baca lama prosedur mengambil tiket dan stasiun tujuan adalah Dhoby Gaut, sekitar 20 menit dalam kebingungan ada yang bersimpati. Ia berasal dari Malaysia dan sering ke Singapore, langsung membantu bagaimana tatacaranya kepada saya. Dalam waktu singkat tiketpun keluar, saya mengucapkan terimakasih padanya dan dia kagum dengan sopan santun warga Indonesia katanya.

mrt statiun machine singapuraSetelah tiket kita dapat, langkah selanjutnya adalah masuk ke ruang MRT dengan menempelkan tiket kita ke arah mesin pintu. Dia akan terbuka jika kartu kita valid, kemudian ikuti arah tujuan MRT yang biasanya setelah pintu ada tangga berjalan turun. Begitu luas dan tersedia 3 tangga berjalan sehingga tidak perlu khawatir antrian panjang. Stasiun begitu bersih dan tidak ada satupun pedagang asongan disana. Kalo mau membayangkan MRT silahkan ingat Busway di Jakarta namun dengan jumlah pintu yang sangat banyak dengan body mirip kereta api. Bedanya menggunakan pintu otomatis tanpa petugas jaga yang harus mengatur penumpang. Penumpangnya sendiri kalo diperhatikan sangat tertib tidak ada yang berebutan seperti di busway atau kereta-api di Indonesia. Kalo datang belakangan tidak lari dan akan menunggu MRT berikutnya, rata-rata 20 menit. Yang diperlukan adalah perhatian kita pada arah peta jalur MRT, jangan sampai kita keliru ke arah yang salah. Karena disetiap lajur hanya ada 2 yang berbeda sisi dan saling berlawanan. Caranya kita lihat arah penunjuk dipintu masuk MRT, arah penunjuk itu menandakan akhir tujuan, menyesuaikannya kita harus lihat peta yang dipajang di sebelah tempat duduk, dijamin nggak bakal nyasar deh.

Saya melihat diatas pintu masuk MRT selalu terdapat 5 kamera CCTV, misal terdapat 20 pintu berarti ya 100 kamera pendeteksi kecurigaan. Betapa negara kecil ini takut akan terjadinya hal kecil yang membahayakan, informasi bahaya teroris di tampilkan pada film dilayar LCD, beda dengan stasiun kita yang banyak preman berkeliaran bahkan copet berdesakan. Yah negara kita terlalu besar itu dalihnya, tapi pajak kita juga besar donk, nah itu dikemanakan bos?

ticket yang digunakan untuk mrtRasa kagum itu tidak ada habisnya ketika kita masuk kedalam MRT, bukan karena ketika itu saya diapit 2 wanita cantik dengan celana sexy, namun karena bersih, minim getaran, suara informasi stasiun jelas dan display informasi MRT yang kecil namun terlihat jelas. Sampai di Dhoby Ghaut saya turun, bermaksud keluar dari stasiun tersebut dengan panduan tanda exit yang terpampang jelas. Saya ikuti arahnya kemanapun ada tanda exit, sejenak saya curiga karena ternyata exit itu banyak sekali dan saya hanya berputar-putar saja tidak keluar. Bertanya kepada petugas kebersihan disana, dia hanya bisa mandarin, bertanya kepada petugas stasiun, malah ditunjukkan ke arah MRT. Ya udah akhirnya saya cari akal yaitu menunggu kereta berikutnya datang, mengikuti orang yang keluar dan ketemu…ketemu… ketemuuu teriak saya dalam hati. Keluar dari stasiun Dhoby Ghaut saya abadikan dengan mengambil gambar disana, setelah itu baru beranjak ke Orchad Road. Sampai di Hotel Grand Central saya dalam kondisi yang sangat lelah lagi mengantuk.

lanjut lagi…

written by pututik \\ tags:

Jul 28
Sebagaimana janji saya sebelumnya ketika kembali dari singapura untuk menceritakan kisah perjalanan ke Singapore, silahkan anda simak cerita saya yang akan bersambung cukup panjang mengenai negeri kecil bersimbol merlion ini. Continue reading »

written by pututik \\ tags:

Jul 24

When we have any problem consist in our credit, such an embrrassing mess or some bad history of background that can breakdown our approvment. Get a lot oh frustration because our credit history will stick forever, or it takes to clean up. But how to improve your existing positive Credit Repair, spent your time to finally approved with Credit Repair Services.

If you need information about how to resolved the Bad Credit Repair for your activity like, get nice apartment, approved for the car, start bussiness or go to foreign school. Use Repair Credit, because if you know, There are two acts, the FCRA (Fair Credit Reporting Act) which was recently revised into the Fair and Accurate Credit Transactions Act (FACT Act), and the FDCPA (Fair Debts Collections Practices Act). These two acts were set up to protect your credit rights. Sounds like legal stuff right? Don’t worry, they’re simple to understand. What they basically do for you is hold your creditors and credit bureaus responsiblelegally. Which means every claim against your credit they have to back up, and provewhich is a beautiful thing. Be sure, they will sent you the detail information and get the solution from them but you will not pay much after they repair your bad credit.

written by pututik \\ tags:

Jul 11

Optimise your e-mail experience with the Nokia E71 (code name LIAM), built to keep your work and free time as integrated or separate as you like with customisable business and personal modes. Improve efficiency with greater portability, one-touch keys and go places with built-in A-GPS and Nokia Maps.

Size
- Form: Monoblock with full keyb
- Dimensions: 114 x 57 x 10 mm
- Weight: 127 g
- Volume: 66 cc
- Full keyboard
- High quality QVGA display

Display and 3D
- Size: 2.36″
- Resolution: 320 x 240 pixels (QV
- Up to 16 million colors
- TFT active matrix (QVGA)
- Two customisable home screen

Email
- Easy email set-up
- Support for Active Sync for Micro

Exchange
- Supported protocols: IMAP, POP,
- Support for email attachments
- IMAP IDLE support
- Support for Nokia Intellisync Wi
- Integrated Nokia Mobile VPN

Continue reading »

written by pututik \\ tags: , ,

Jul 09

Mac PockerSweet online casino games when we entering Mac Poker, this green website take easy to touch. I beleive you will agree with me, actually we hate “judi” but this article would talk about accesing website. Continue reading »

written by pututik \\ tags: ,