Sep 20
Apa yang akan kutulis jika kubaca artikel arya, sudah beberapa waktu setelah aku pulang dari semarang terasa gundah. Tidak lain karena ananda arya hingga sekarang tidak mau menegurku seperti waktu-waktu sebelumnya. Karena kesalahan yang sangat peka menurutnya, yaitu “papa bohong nggak jadi ngajak arya jalan-jalan”. Disatu sisi aku harus menyelesaikan bolak-balik urusan antara semarang dan solo, disisi lain ternyata momen yang begitu penting bagi anakku ternyata kandas tidak sesuai harapannya.
Betapa egoisnya aku, Nak insya Alloh, papa pulang idul fitri ini. Semoga bisa menyembuhkan rasa kangenmu yang terabaikan dan mama tolong ajak arya dalam kegembiraan yang tidak membuatnya benci pada papanya ini.
September 21st, 2008 at 06:25
Ya, ajak jalan2 dalam kota aja. Kan banyak objek wisata di dalam kota. Jadi gak selalu harus ke luar kota kan
September 23rd, 2008 at 14:13
ehm…ehm… bawa oleh2 yg banyak om… biar anaknya juga seneng… he..he…
September 23rd, 2008 at 16:02
saia sudah tidak menangis…. tapi pengen THR…
*ke toilet*
September 23rd, 2008 at 17:46
#rosyidi: biasanya emang diajak jalan2 lokal kok, kalo pas jalan2 jauh semata-mata karena tugas atau ada undangan.
#masenchipz: belum thr nih hehehheheeh
#gajah_pesing: hmmmm
September 25th, 2008 at 03:24
Anak2 emang sensitif ya? mreka ndak bisa diboonging..bahkan mereka kadang masih inget apa yg kita janjikan beberapa bulan yg lalu
September 25th, 2008 at 04:22
Biasanya anak2 diajak keliling2 atau ngajak ke Mall makan2 aja mereka udah seneng. Benar bang mama biasanya paling jago nanganin hal2 seperti ini, jadi gak khawatir sianak akan ngambek berkepanjangan
Salam buat nak Arya dan keluarga. tak lupa saya mengucapkan SELAMAT IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, RITA & fAM.
September 25th, 2008 at 09:57
Langsung diajak jalan-jalan aja, Pak.
October 9th, 2008 at 21:18
Anda ayah yang baik…..
October 11th, 2008 at 15:27
Mungkin bukan maksud bapak tidak memenuhi janji, tapi karena sibuk. Mungkin bisa dijelaskan pada arya bahwa pasti akan dikabulkan tapi bukan sekarang. dan untuk pelajaran kelak lebih baik berjanji apa yang bisa dipenuhi saja dulu. Saya rasa sekecil apapun anak, dia bisa mengerti perasaan ayah ibunya. Anak saya sekarang umur 5 tahun bahkan sudah bisa mengingatkan saya untuk melaksanakan pekerjaan saya dan mengerti bahwa dia harus berbagi waktu ibunya.
salam kenal pak
EM
October 13th, 2008 at 21:17
Wah Mantep, Sukses Terus ya. Jangan Lupa kunjungi blog saya