Perjalanan Dinas ke Manado
By pututik on Apr 01, 2008 with Comments 8
Setelah menyelesaikan tugas di gorontalo yang sebenarnya aku belum puas menyelesaikannya karena ada banyak hal perlu diperbaiki disana. 14 maret 2008 tepat pukul 16.00 waktu setempat (berarti pukul 15.00 wib) aku melanjutkan perjalanan ke Manado. Persis ekspedisi yang kulakukan dari
Sayang aku tidak sempat mencatat nama daerah yang diceritakan oleh rekan disampingku yang hafal daerah itu. Pertama-tama kami akan melewati boulevard, dimana dalam pikiranku akan ada hamparan rumah mewah atau artistik untuk bersantai atau berkumpul.Ternyata yang ada hanyalah hamparan lapangan atau sawah yang sangat luas dengan beberapa warung dipingirannya. Track yang berliku dan naik turun cukup berbahaya bagi kendaraan pribadi, namun pengemudi ini cukup cekatan bahkan ngebut. Wilayah yang kami lewati masih cukup tertinggal baik sarana listrik maupun telekomunikasi, sinyal IM3ku amblas dan terbukti Telkomsel ngacung paling tinggi, diimbangi XL naik turun.
Uniknya lagi ada kebiasaan kongkow-kongkow anak muda-mudi sepanjang Atinggola (kalo nggak salah) maupun setelahnya. Tahu nggak, mereka bener-bener duduk dipinggiran aspal jalan tanpa mempedulikan pengemudi kendaraan yang lalu lalang. Aku Tanya perihal ini, dikatakan bahwa kebiasaan ini sudah dari dulu ada karena akses hiburan mereka kurang. Mungkin juga pendidikan mereka kurang, padahal akses jalannya sangat bagus, perumahan tertata rapi, namun sekolahan smu/smk jarang terlihat.
Bangun pukul 04.30 karena deru alarm kustel kencang, mempersiapkan segalanya untuk tugas siang nanti. Teringat pesan dari teman di gorontalo untuk mencari makanan halal di manado agak susah. Room service Grand Central berupa breakfast tidak aku gunakan, beralih kemakanan luar aja yang akan ditunjukkan rekan. 8.30 aku sudah siap dan menunggu di recepcionist sambil ngobrol dengan noni
Ambil uang dulu di ATM BCA biar nanti nggak kehabisan dijalan, mereka bingung menentukan pilihan. Aku hanya berucap, apa aja yang penting halal ya. Akhirnya kami ke Wakeke, menurut mereka ada bubur yang sangat enak (versi mereka) dan tidak ada didaerah lain. Sepanjang wakeke sangat penuh pembelinya, semua mini resto itu cukup laris pembeli. Duduk di pojok dan aku memilih menghadap tembok, terus terang aku pusing melewati wanita cantik-cantik dengan busana minim (hamper semuanya). Disambut langsung oleh pengelolanya (mungkin tahu aku bukan orang local) yang bersedia menjelaskan jenis makanan maupun cara memasaknya.
Aku pesan Tinutuan (bubur jagung), tahu dan berkedel ikan item (nggak tahu namanya) dengan Freshtea sebagai minuman ringan ditambah jus alpukat sebagai penambah stamina. Tinutuan inilah makanan khas Wakeke Manado, jagung direbus dengan kuah khusus ditambah sayuran dan sambal terasi. Nggak tahu berapa karena tahu-tahu dah dibayarin. Siangnya makan Nasi Goreng yang harganya Rp. 22.000, makanan halal yang mahal ya. Malamnya makan sate kambing bakar dan gulai jawa timuran, wajahnya
Wanita: selamat malam bapak, saya yang bapak pesan tadi by phone….. (asik ada daun jatuh nih)
Pria: maaf ya non, saya kok tidak pesan
Wanita: oooh, maaf ya pak telah mengganggu (sambil telp)
Setan datang merasuk dengan pikiran parno yang mulai merasuki, coba tadi bilang iya khan asyik tuh boss, masak dianggurin tuh cewek, begitulah yang berkecamuk diotak. Ah… aku nonton TV kabel yang tersedia, nyalakan notebook atau laptop untuk ngetik perjalanan ini.
Ternyata aku malah merasa asyik membuat artikel untuk blog hingga tak terasa, jam di dinding menunjukkan pukul 02.00 aku belum juga mengantuk. Memutar lagu Mulan jamila, Yang Paling Sexy, setan semakin banyak berdatangan. Karena nggak suka berantakan, kurapikan tempat tidur dari semua berkas yang ada. Permisi…. (kutoleh nggak ada orang) tok…tok…tok permisi (mataku tertuju pada kamar mandi, saking kencengnya music itu, kubuka kamar mandi nggak ada siapa-siapa, wah serem nih kamar) yuhuu, permisi ommm (semakin keras dan dari arah pintu, ketika kubuka, bau wangi menyengat kehidungku) malem omm, ihhh jenggotnya lucu deh,maaf ya om panas dari tadi diluar (o maigottt aksyen manado dengan napas naga plus parfum menyengat, langsung masuk kekamar lagi duduk menantang)
Wanita2: jangan omm, nanti aku teriak habis diperkosa lho (saraf nih cewek, pintu dia tutup lagi)
Pria: jangan main2 dengan saya, apa maksudnya masuk kesini (aku berusaha tenang)
Wanita2: aku salah kamar ya, anterin om ini kuncinya (kamarnya didepanku, mana dia teller berat lagi)
Dia mulai bercerita mengenai aibnya yang nggak mungkin aku ceritakan dan ia ingin mencari orang yang bersedia menikahinya dengan baik. Dan dia sudah memperhatikanku sejak datang, dia menangis mengharap dalam keadaan setengah sadar. Aku bilang akan mengahantarnya kekamar, tapi kuharap tidak menangis dan bersedia mengunci pintu kamarnya selepas aku pergi. Untungnya dia bukan muslim dan kondisinya agak teler ngantuk, jadi aku yakin bisa mengantar kekamar tanpa hambatan.
Related Article
Filed Under: Nokia
About the Author: Saya hanyalah seorang pekerja biasa, memiliki keahlian di bidang elektronik praktis dan Nokia Mobile Phone, founder PUTUTIK NETWORK, sebagai kuli IT di salah satu perusahaan swasta, berpengalaman sebagai staff pengajar, peneliti teknologi SEO dan optimasi website, hobby online earning dan menulis.


widih… ebat-ebat!!..
Alhamdulillah ga kebawa rayuan mautnya
gila… kalo gak kuat imam bisa kebawa tuh..
“jangan omm, nanti aku teriak habis …. lho”
>>> What?…
Weleh… weleh…
hehehe…..kapan neh ke manado nya lagi….
Ditungguin yaaaa
#waterbomm: kalo setannya banyak mau kali ya


#ridu: yang bawah neraka mas
#arrohnawy: tapi aku nggak melakukan lho
#Sony: Mau kesana lagi kalo kalian tambah gedhe
[...] yang mulai tidak terurus karena harus menjalankan tugas dinas yang lama dimulai dari gorontalo dan manado kemudian cuti untuk istirahat. Melaksanakan beberapa tugas reviews yang sempat tertunda bahkan [...]
[...] indonesia sebagaimana perjalanan saya sebelumnya ketika ke yogyakarta, surabaya, bali, makasar, manado dan gorontalo. Dari atas langit saya melihat begitu alam sumatra hijau dengan ukiran bukit yang [...]
Berlindunglah selalu pada Allah Sang Maha Penjaga …