Cukup lama tidak melakukan update, sebagaimana pertanyaan Fonega di komentar ini akhirnya dengan penuh perjuangan ingin mengetik lagi di blog ini. Ada apa sih kok lama nggak update? Yah, salah satunya adalah jenuh atau lebih tepatnya belum memiliki pesan yang ingin disampaikan. Yang kedua karena kesibukan dunia nyata menyita waktu lebih banyak dari pada sebelumnya. Mau tau apa saja kegiatan saya selama 3 bulan terakhir? (more…)
Dunia Baru Kami
June 19th, 2011 by pututik | 84 Comments | Filed in My FamilyMenambahkan MamaTutik.Com
August 29th, 2010 by pututik | 27 Comments | Filed in My Family
Tadi pagi iseng-iseng buka wordpress dan mencari logo wordpress yang unik. Nah mencari informasi mengenai domain TLD beserta jumlah pembayaran baik melalui credit card maupun paypal di wordpress.com ternyata tidak sulit prosesnya. Semuanya sudah dijelaskan dengan baik, beberapa waktu lalu saya masih ragu dengan layanan hosting upgrade wordpress.com ini. Karena masih sangat baru, namun memang akhirnya saya tertarik untuk menggunakannya meskipun secara moneter ia lebih tinggi dibanding jasa layanan domain blogger yang hanya $10 saja. (more…)
Cerita Sedih Hari Ini
March 25th, 2009 by pututik | 42 Comments | Filed in My Family
Pagi tadi mama sms sekitar pukul 06:12 25-03-2009 dengan kata-kata “Arya badannya anget pa, trus katanya juga masih pusing. Hari ini libur sekolah dulu jadinya, biar istirahat”. (more…)
Tags: arya, cerita sedih, Google, google.com, istri, pututik
Frenship 27okt2006
October 28th, 2006 by pututik | No Comments | Filed in My FamilyPagi tadi telpon berdering aku tidak segera mengangkatnya, hingga 3 kali akhirnya aku melihat di layar siapa yang memanggil ternyata mamanya arya.
papa: “Assalamu’alaikum warohmatulloh, ada apa ma?”
mama: “Wa”alaikumus salam warohmatulloh, ibu dah berangkat pa!”
papa: “Lho kok dah berankat, kemana?”
mama: “Balik kesolo pa, mereka buru-buru takut nggak dapet bus”
papa: “Wah, kok nggak nunggu aku aja sekalian hari sabtu”
mama: “Iya aku dah bilang, tapi mereka tetep mau pulang, kalo yudha pengennya sih tinggal”
papa: “Mungkin karena cuaca panas ya ma….”
mama: “Iya panas banget, arya aja lagi ndak enak badan..”
Pembicaraan mulai ngalor ngidul, terutama membahas kejiwaan arya yang mulai mengenali dari hati-kehati hubungan orang tua dan anak. Kami merasakan perubahan ini mulai terjadi dan itulah tumbuh kembang yang akhirnya datang juga. Arya mulai merengek jika papanya akan berangkat ke yogya, dengan berkaca-kaca maka dia akan berucap seperti ini:
arya: “mama… minta uang”
mama: “buat apa sayang?”
arya: “arya ikut papa, kesana, kerja… naik bis ma, minta uang”
papa: “arya sayang, sini donk…”
arya: “ndak mau…. ” tanda ketidak relaannya muncul dan biasanya ia akan menitikkan air mata
papa: “papa harus kerja arya, jika tiba waktunya nanti kita bersama lagi sayang” dengan nada lembut kuucapkan
arya: “ikut papa…. wa….wa…. papa…..” ia menangis dengan mendekap pundak papa
mama: “ayo sayang ikut mama ya, kita jalan-jalan ke sawah” bujuk mama
meskipun akhirnya mau juga, namun hati ini terasa sedih juga. Semenjak kecil kami memang sering berpisah, pada waktu tertentu kami bisa bersama dalam waktu cukup lama. Jika bertemu kami selalu menjaga kualitas jumpa terbaik dan berusaha menghadirkan figur ayah yang tidak asing baginya. Aapalagi sebentar lagi aku akan berangkat ke Jakarta untuk waktu yang belum tentu lamanya. Mama dan arya tetap disemarang, sembari menunggu keputusan dari perusahaan.
Siang setelah sholat jum’at mama telpon kembali,
papa: “Assalamu’alaikum warohmatulloh, bagaimana ma?”
mama: “Wa’alaikumus salam warohmatulloh, arya sudah membaik sekarang lagi main!”
papa: “Kelihatannya ia ingin selalu dekat dengan papanya ma?”
mama: “Mungkin juga, karena tiap mau tidur dia selalu bilang papa disana ya”
papa: “Itulah ma, kita tunggu saja keputusannya. Atau mungki lebih baik aku resign ya ma”
mama: “Jika itu belum jadi keputusan, berdoalah dulu pa. Kami sih mendukung keputusan papa”
papa: “Ya sudah ma, aku dari rumah teman membicarakan hal ini”
mama: “Semoga Alloh melindungi kita dari kebinasaan, udah dulu pa arya mau ngobok-obok ikan”
papa: “Oya, ati-ati itu ikan yang di toples mau bertelur..”
mama: “assalamu’alaikum”
papa: “wa’alaikumus salam”
Akupun berangkat kerja beraktifitas seperti biasa dan mencoba memperbaiki jaringan yang sering bermasalah. Hingga akhirnya aktifitas browsing dapat dilakukan dengan baik. Registrasi norton internet security 2006 gagal kulakukan, akibat key filenya sudah tidak valid. Akhirnya dirubah menggunakan antivirus avast home edition dengan sedikit membuka port map pada winroute. Semua berjalan dengan baik, proses updatepun berjalan sangat cepat. Karena tidak terbiasa dengan antivirus yang ini, ada kesan aneh perihal interface maupun sistem quarantinya. Sayang list virus yang disediakan tidak selengkap norton atau karpesky, entah jika yang profesional. Pukul 20.35 waktu yogya aku telah menyelesaikan semua setting jaringan, backup database, update security dan membersihkan registry. Waktu pulang tiba…..
Malam ini tepat pukul 20.13 mama telp kembali, kalo yang ini langsung kuangkat…
papa: “Assalamu’alaikum warohmatulloh, ada apa ma?”
mama: “Wa’alaikumus salam warohmatulloh, papa mikirin arya terus ya”
papa: “Enggak, lha emang kenapa?”
mama: “Badan arya tambah panas tadi muntah2″
papa: “Insya Alloh nggak papa ma, dia emang kangen banget kayaknya”
mama: “Ini dia didepan pintu, katanya nunggu papa mau pulang ma”
papa: “Subhanalloh, mana anakku telponnya kasiin ma”
mama: “Arya, ini papa mau ngomong nggak”
papa: “Assalamu’alaikum arya,… marah sama papa ya sayang”
arya: “nggak mau…., udah ma…”
papa: “maafin papa ya sayang…”
arya: “mama ini… bobok ma…” (kata-kataku nggak digubris)
mama: “nggak mau pa, arya ngambek dah dulu ya”
papa: “oya, nanti kalo tambah panas hubungi aku dan jangan dikasih kipas angin ya”
mama: “Iya pa..!”
Pembicaraan akhirnya selesai, sampai disini membuatku semakin banyak berpikir mencari solusi terbaik. Semoga Alloh memberi petunjuk terbaik dari segala ihktiar yang kulakukan…





Yang namanya usia memang tidak bisa dibohongi lagi efek sampingnya, pasti ada saja hal baik dan hal buruk tak terasa menjangkit di pikiran serta berimbas pada pola pikir atau mental berjuang. Namun semua ada hikmah tersendiri 

